Jumat, 10 Maret 2017

Information Technology Infrastructure Library

INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY


Information Technology Infrastructure Library (I.T.I.L)Sejak I.T.I.L. pertama kali dicetuskan oleh UK Government CCTA (OGC), hingga sekarang ini sudah banyak sekali perusahaan-perusahaan di dunia yang menerapkannya. ITIL sendiri merupakan suatu framework yang konsisten dan komprehensif dari hasil penerapan yang teruji pada manajemen pelayanan teknologi informasi sehingga suatu perusahaan dapat mencapai kualitas dukungan layanan yang diinginkan.


ITIL mencakup delapan kumpulan, yaitu, service delivery, rencana pengembanganservice management, ICT infrastruktur management, application management, business perspective, security management, dan software asset management. Dua di antaranya, yaitu service support dan service delivery merupakan area utama, yang disebut juga IT Service Management (ITSM). Secara bersama-sama, dua area ini mengandung beberapa disiplin yang bertanggung jawab untuk penentuan dan manajemen pelayanan Teknologi Informasi (TI) yang efektif.


Apa sih ITIL itu?

Mungkin sebagian orang berprasangka negative tentang ITIL itu sendiri, ITIL yang dimaksud disini adalah Technology Infrastructure Library yang merupakan sebuah kerangka kerja atau konsep yang menggambarkan praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi (TI) dan berfokus pada pengembangan dan pengukuran yang terus menerus terhadap kualitas dari layanan IT yang diberikan baik terhadap bisnis atau pelanggan. Fokus dari ITIL sendiri ialah memberikan kontribusi dan keuntungan dalam menjalankan teknik-teknik dan proses-proses pada organisasi.
Menurut Addy (2007, pXXXVIII), Information Technology Infrastructure Library (ITIL) merupakan kumpulan dari petunjuk-petunjuk yang dikembangkan United Kingdom's Office of Government Commerce (OGC). Petunjuk-petunjuk ini, yang menggambarkan proses-proses yang terintegrasi, yang menyediakan pendekatan praktek terbaik untuk mengelola layanan IT.


Tujuan ITIL

Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan. (Sumber: Anonim1)


Keuntungan ITIL

Menurut Cartlidge (2007, p8), beberapa keuntungan dari ITIL, antara lain :

  1. Meningkatkan kepuasan pengguna dan pelanggan terhadap layanan IT.
  2. Memperbaiki ketersediaan layanan, yang berpengaruh secara langsung dalam meningkatkan keuntungan dan pendapatan bisnis.
  3. Menghemat keuangan, dari pengurangan kerja, kehilangan waktu.
  4. Memperbaiki manajemen sumber daya dan keguanaan.
  5. Memperbaiki pembuatan keputusan dan mengoptimalkan resiko.
  6. Memperbaiki waktu terhadap pasar untuk produk baru dan layanan.
Konsep ITIL

ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan metodologi yang memberikan panduan best practice bagi IT Service Management dalam membantu menghubungkan IT dengan kebutuhan pelayanan bisnis dan juga sebaliknya. ITIL memberikan pengaruh kepada manajemen termasuk di dalamnya manajemen orang dan proses, efektifitas teknologi, serta efisiensi dan ekonomis dalam memberikan pelayanan bisnis dengan service level yang telah disetujui bersama (antara IT dengan bisnis).

Keuntungan yang diperoleh dari ITIL adalah bisnis yang lebih kompetitif diantaranya dengan meningkatnya kepuasan dan pelayanan nasabah, meningkatnya availability dan reliability dari pelayanan IT, meningkatnyaroles dan responsibilities dari organisasi IT, menghubungkan IT dengan bisnis dan bisnis dengan IT.


ITIL memiliki beberapa proses (OGC,2003), diantaranya :
  • The Business Perspective
Berfokus kepada pelurusan, pemahaman dan peningkatan IT yang berhubungan dengan kebutuhan bisnis sekarang dan yang akan datang.
  • ICT Infrastructure Management
Manajemen infrastruktur ICT (Information and Communications Technology) berfokus pada kuantitas, kualitas, dan ketersediaan dari informasi yang berhubungan dengan infrastruktur. Meliputi manajemen pelayanan jaringan, manajemen operasi, manajemen dari lokal prosesor, instalasi komputer, dan manajemen sistem.

  • Planning to Implement Service Management
Merupakan permintaan proses dan fungsi yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan atau meningkatkan ketentuan pelayanan IT. Meliputi IT maturity, keuntungan dari manajemen pelayanan, peningkatan yang terus menerus yang pasti ngerokokdihubungkan untuk mengimplementasikan proses ITIL dan fungsi Service Desk.

  • Application Management
Lifecycle dari aplikasi dan pengaruhnya terhadap implementasi, pengembangan, dukungan dan pengiriman pelayanan ICT. Manajemen aplikasi meliputi perubahan bisnis, definisi permintaan, dan implementasi dari solusi untuk menemukan kebutuhan bisnis.

  • IT Service Management
Merupakan kumpulan dari tanggung jawab yang saling berbagi, ditambah dengan disiplin dan proses yang saling berhubungan yang memampukan perusahaan untuk menjamin, mengawasi, dan mengatur infrastruktur IT untuk memberikan kualitas dan efektifitas pelayanan agar dapat menghubungkan keperluan bisnis jangka pendek dan jangka panjang.




Sumber : 
1.http://satryaadipratama.blogspot.co.id/2010/08/technology-infrastructure-library-   itil.html

Kamis, 08 Desember 2016

MAKALAH TENTANG SISTEM INFORMASI UNTUK GURU (PENDIDIKAN dan SEKOLAH)

MAKALAH


Sistem Informasi untuk Guru (Pendidikan & Sekolah)


Disusun Oleh :

1.      Santoro Krida Tomo (16115382)

2.      Yogi Permana            (17115254)

Kelas               : 2-KA 28
Mata Kuliah  : Inovasi Sistem Informasi & Teknologi Informasi Modern#
Dosen              : Ericks Racmat Swedia, ST, MMSI


FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMAS
UNIVERSITAS GUNADARMA
KALIMALANG
2016 – 2017


Mata Kuliah              : Inovasi Sistem Informasi & Teeknologi Informasi Modern#
Dosen                          : Ericks Racmat Swedia, ST, MMSI

Topik Makalah

Sistem Informasi Untuk Guru (Pendidikan dan Sekolah)

                                                           Kelas  :  2-KA 28                   

 

P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n

N P M
Nama Lengkap
16115382
Santoro Krida Tomo
17115254
Yogi Permana

Program Sarjana Sistem Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA



KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpakan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sim untuk pendidikan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Sistem Informasi Manajemen.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah dengan judul SI untuk pendidikan” ini masih jauh dari sempurna.

Oleh karena itu, saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
                                                                                   







                                                                                                            Bekasi, Desember 2016
                                               

                                                                                                            Penyusun


DAFTAR ISI











BAB I

PENDAHULUAN

 


1.1 LATAR BELAKANG


Guru merupakan ujung tombak pendidikan sebagai pendidik, guru harus memiliki kompetensi – kompetensi tertentu agar mampu mendidik anak didiknya dengan baik. Menurut UU No.14 Tahun 2005 pasal 10 ayat 1, kompetensi yang harus dimiliki oleh guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut guru sebagai seorang pendidik untuk terus-menerus mengembangkan dirinya agar wawasannya menjadi luas sehingga dapat mengikuti perubahan dan perkembangan profesinya yang didasari oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Guru perlu mengikuti perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan dan pengajaran, terutama hal-hal yang menyangkut pelaksanaan tugas-tugas pokoknya di sekolah.

Sebagai sosok yang memegang peranan penting dalam upaya mencerdaskan bangsa tentunya banyak kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu, penghargaan dan kesejahteraan bagi guru dengan harapan mereka akan lebih mampu bekerja sebagai tenaga profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik. Salah
satunya adalah melalui kegiatan menulis karya tulis ilmiah. Guru dapat menunjukkkan bahwa dirinya adalah seorang guru yang profesional dengan menulis karya tulis ilmiah, karena salah satu indikator guru professional adalah dapat menulis karya tulis ilmiah.

Tugas guru adalah menyampaikan ilmu. Ilmu yang disampaikan oleh guru akan lebih bermanfaat apabila penyampaiannya juga dilakukan melaui karya tulis ilmiah karena tidak hanya dapat dinikmati oleh anak didiknya, namun juga oleh masyarakat luas. Guru juga dapat mengangkat persoalan yang muncul dalam praktik pendidikan serta mencari solusi untuk memecahkannya melalui karya tulis ilmiah. Permasalahan dan solusi yang dituangkan guru dalam karya tulis ilmiah tersebut dapat lebih dipertanggungjawabkan oleh guru karena guru sendiri yang mengalami persoalan tersebut. Hal tersebut sangat berbeda bila dibandingkan dengan pihak luar yang mengangkat permasalahan yang ada dalam lingkungan pendidikan berdasarkan pemahaman secara parsial saja, sehingga terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Menulis karya tulis ilmiah merupakan sarana melatih berpikir logis, sistematis, argumentatif, penggunaan bahasa dan lain sebagainya.

1.2 TUJUAN


Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui penggunaan sistem informasi manajemen untuk pendidikan, memahami konsep manajemen, memperdalam ilmu mengenai prinsip dan teori serta memahami kebutuhan yang diperlukan untuk membangun sistem informasi manajemen untuk pendidikan.


1.3 SASARAN


1.      Apa yang dimaksud sistem informasi manajemen?
2.      Apa tujuan Sistem Informasi dalam dunia Guru?
3.      Apa syarat dan ruang lingkup perencanaan sistem informasi manajemen sekolah?
4.      Apa manfaat sistem informasi manajemen dalam pendidikan?
5.      Bagaimana Perkembangan SIM dalam dunia pendidikan?
6.      Unsur apa saja yang terdapat pada pendidikan jarak jauh berbasis web?
7.      Seberapa pentingnya SIM untuk pendidikan?



BAB II

PEMBAHASAN



Sistem adalah sekumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi adalah data yang telah diolah sehingga dapat bermanfaat bagi penggunanya. Sehingga Sistem Informasi Manajemen dapat diartikan sebagai suatu sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi guna kepentingan manajemen.


Ada beberapa tujuan dibentuknya suatu sistem informasi manajemen sekolah, antara lain:
·         Bagi pihak sekolah Mempermudah proses pengelolaan data akademik dan non akademik.
·         Menyediakan suatu laporan perkembangan siswa dalam proses pengajaran.
·          Menyediakan suatu laporan perkembangan pengajar dalam kegiatan pembelajaran.
·         Menjadi panduan untuk membuat peraturan sekolah.
·       Berperan sebagai sarana komunikasi antara masyarakat dan orang tua siswa tanpa batasan waktu dan tempat.
·         Menjadi media promosi yang memperkenalkan sekolah.
·         Sebagai sarana perluasan informasi / pengetahuan.
·         Bagi pihak orang tua siswa.
·         Mempermudah orang tua dalam memonitor perkembangan anak (siswa) di sekolah.




Ada beberapa faktor yang dapat menjadi syarat kesuksesan sistem informasi manajemen suatu sekolah, antara lain :

Ketersediaan / availability
Informasi yang dipersiapkan untuk membuat sistem informasi harus tersedia bagi pihak-pihak dalam sekolah. Hal ini merupakan suatu hal mendasar dalam merancang suatu sistem informasi.

Mudah untuk dipahami / comprehensibility
Informasi yang tersedia di dalam sistem harus dimengerti oleh pihak pembuat keputusan sistem. Informasi yang termasuk di dalamnya adalah informasi mengenai jadwal rutin tugas-tugas dari sistem informasi dan keputusan yang tepat.

Kesesuaian / relevant
Informasi yang ada di sistem harus berupa informasi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan suatu organisasi. Informasi ini bisa berkaitan dengan permasalahan yang sedang dihadapi, misi, ataupun tujuan dari organisasi yang berkaitan.

Kelengkapan/ completeness
Informasi yang lengkap tidak berarti banyaknya informasi yang ada di dalam suatu sistem. Kelengkapan berarti informasi yang diperlukan cukup untuk memenuhi standar yang berlaku dalam organisasi yang menggunakan sistem informasi yang bersangkutan. Hal ini berperan penting dalam menghasilkan suatu sistem informasi yang fungsional bagi penggunanya.

Ketepatan waktu / timing
Penyediaan informasi yang tepat merupakan hal yang penting untuk merancang suatu sistem informasi. Informasi harus memenuhi syarat-syarat sebelumnya sebelum dapat dianalisis untuk membuat sistem akhir.




            Manfaat Sistem Informasi Manajemen dalam dunia pendidikan mencakup banyak sector yang diantaranya

a.)    Hal Koneksi dan Setting

Koneksi dan setting ini merupakan koneksi database sekolah, setting tahun ajaran, dan setting kurikulum. Pihak sekolah bisa men-setting tahun ajaran dan kurikulumnya dengan lebih mudah melalui database yang tersistematis. Sehingga bisa memudahkan stakeholderssekolah yang ingin mengaksesnya.

b.)    Pengelolaan Kesiswaan

Pengolalaan kesiswaan adalah pengolahan data-data yang terkait dengan siswa, misalnya track record seorang siswa dalam melanggar kedisiplinan, data-data siswa berprestasi, data siswa yang mendapatkan beasiswa, pemindahan (mutasi) siswa, hingga data-data alumni sekolah.

c.)    Pengelolaan Akademik

Diantara manfaat dalam pengolaan akademik adalah penyediaan Laporan nilai hasil ujian secara periodik, data nilai KTSP, data nilai KBK, data absensi, data bimbingan dan penyuluhan, data kasus siswa, rencana pengajaran, pengelolaan mata pelajaran, penjadwalan, dan prestasi akademik.

d.)   Pengelolaan Data Guru dan Karyawan

Data-data yang masuk kategori ini adalah Manajemen biodata guru dan karyawan, data keluarga guru dan karyawan, riwayat pendidikan guru, pendidikan tambahan yang dibutuhkan oleh siswa maupun karyawan sekolah (kursus, training, seminar, workshop dsb).

e.)    Pengelolaan Keuangan Sekolah

Pengolaan keuangan merupakan hal yang sangat urgen dalam suatu instansi. Persoalan dan penggunaan sumber dana juga merupakan hal yang sangat sensitive karena terkait dengan transparansi dan akuntabilitas sebuah instansi. Pengelolaan keuangan diantaranya manajemen pembayaran biaya pendidikan, administrasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)dan penggunaannya, biaya tambahan, seperti : biaya praktikum, biaya ekstra, dll.

f.)     Pengelolan dan Penertiban Administrasi Perpustakaan

Pengelolaan buku (judul, kategori & deskripsi) sangat penting demi terjaganya data semua buku dan karya-karya yang dimiliki oleh perpustakaan sekolah sehingga bisa dimonitor dengan lebih mudah. Hal lain yang bisa dilihat dengan adanya SIM berkenaan dengan status keanggotaan dan peminjam, stock inventory, Jurnal keluar masuk buku, laporan-laporan terdiri dari : statistik peminjaman, statistik keluar masuk buku, rekap peminjaman, dan rekap pengembalian.

g.)    Bank Soal

Diantara yang paling mendukung prestasi dan kualitas siswa adalah kualitas soal yang baik. Penggunaan SIM dalam dunia pendidikan akan sangat membantu dalam pengadaan bank soal. Sehingga siswa tidak perlu lagi untuk membeli dan mencari bank soal lainnya. Ketersediaan bank soal ini juga bisa menjaga dan meningkatkan soal yang dikerjakan siswa dan akan membantu siswa dalam mendongkrak prestasinya.




      Seiring berkembangnya teknologi pun mendukung sistem informasi manajemen menjadi semakin meningkat. Seperti halnya pada saat penerimaan murid baru. Kini pun sudah banyak sekolah menggunakan pendaftaran sistem online. Dimana sistem ini memudahkan calon siswa untuk mendaftar ke sekolah tesebut. Calon siswa hanya harus memasukkan syarat-syarat berkas yang harus dipenuhi. Dan dari pihak sekolah dapat dengan mudah menyeleksi data dari calon siswa yang terpenuhi, misalnya seleksi dari nilai NEM calon siswa. Dan juga pembagian kuota antara sekolah dari kabupaten maupun kota. Demikian para calon siswa pun dapat memantau apakah NEM dalam posisi aman atau tidak.

     Sebagaimana proses pada saat penerimaan siswa baru adalah seperti berikut:

·         Data dari calon siswa yang terinput, dimulai dari biodata para siswa hingga nilai akademik siswa. 
·         Kemudian diseleksi dengan program yang menyeleksi data para calon siswa. Penyeleksian dilihat dari nilai akademik para calon siswa, kemudian di akumulukasikan apakah nilai akan bertahan dalam urutan diterima atau tidak . 
·         Terdapat kebijakan-kebijakan yang harus terpenuhi. Pada saat penerimaan murid baru terdapat dinas pendidikan, kepala sekolah, serta tim untuk melakukannya untuk mengatur ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi para calon siswa agar dapat masuk sekolah tersebut.
·        Sesuai standar JARDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional), sehingga pembuatan laporan dari masing-masing sekolah maupun dari Dinas Pendidikan dapat dengan mudah dan cepat di sampaikan tanpa harus membuat laporan ulang dan tanpa harus mencetak laporan, hal ini karena format laporan dan jaringan sudah disesuaikan dan menggunakan konsep singkronisasi online.



Di era globalisasi ini telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan. Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.

Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin.

Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi. Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time). Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.


Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:
a.)    Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.
b.)    Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
c.)    Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.
d.)   Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning
e.)    Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
f.)     Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




BAB III

PENUTUP


 

3.1 KESIMPULAN

  
Penggunaan sistem informasi manajemen menunjukkan citra positif lembaga sekolah tidak hanya dalam ruang lingkup nasional melainkan juga internasional dikarenakan penggunaan teknologi terbaru identik dengan penyesuaian dengan standar yang digunakan di berbagai negara.




REFERENSI


  1.  http://sisteminformasimanajemenpendidikan1.blogspot.com/
  2.  http://www.websekolahindonesia.com/index.php/articles/simdik/111-konsep-sistem-informasi-manajemen-pendidikan-2.html.
  3. http://www.academia.edu/4890166/SISTEM_INFORMASI_DAN_MANAJEMEN_PENDIDIKAN_ISLSM_Jun6_MAKALAH_INI_DIPERSENTASEKAN_Oleh
  4.  http://lukmancoroners.blogspot.co.id/2010/04/tes.html
  5. http://www.slideshare.net/fiqhrimp/manajemen-sistem-informasi-pendidikan
  6. http://rizkyisninda.blog.binusian.org/makalah-sistem-informasi-manajemen-lembaga-sekolah/